News - Singosari. UPT Balai Latihan Kerja Singosari terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui kegiatan Training Needs Analysis (TNA). Langkah ini dilakukan untuk menggali kebutuhan kompetensi tenaga kerja secara langsung dari perusahaan, sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan TNA dilaksanakan di PT New Tech Machinery Global (NTM) pada Selasa (22/09/2026). Tim UPT BLK Singosari yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Bapak Riki selaku Instruktur Manufaktur, Ibu Almira selaku Instruktur Pengelasan, serta Ibu Eva dan Ibu Fajrin dari Staf Pengembangan dan Pemasaran. Kedatangan tim disambut langsung oleh Bapak Zeind selaku Human Resource Development PT New Tech Machinery Global.
Dalam kegiatan tersebut, tim UPT BLK Singosari melakukan penggalian informasi mengenai kondisi dan kebutuhan sumber daya manusia di perusahaan, mulai dari kebutuhan pelatihan, posisi yang memerlukan peningkatan kompetensi, hingga peluang kerja sama penyelenggaraan pelatihan antara perusahaan dengan UPT BLK Singosari.
Berdasarkan hasil TNA, PT New Tech Machinery Global memiliki sekitar 32 orang sumber daya manusia, dengan posisi yang dinilai membutuhkan peningkatan kompetensi terutama pada level operator. Beberapa kompetensi yang menjadi kebutuhan perusahaan antara lain pengelasan, operator forklift, serta operator CNC khususnya wire cutting.
Pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa program pelatihan mulai dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja yang sudah ada. Saat ini, perusahaan belum memiliki persyaratan sertifikasi tertentu maupun program pelatihan khusus bagi karyawan. Namun, terdapat peluang kerja sama dengan UPT BLK Singosari, terutama untuk pengembangan kompetensi pada posisi-posisi yang dinilai krusial, seperti pengelasan, operator CNC, operator mesin bubut, serta operator mesin frais.
Selain melakukan wawancara dan pengisian instrumen TNA, tim UPT BLK Singosari juga diajak berkeliling melihat secara langsung proses produksi di PT New Tech Machinery Global. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi tim untuk melihat lingkungan kerja serta aktivitas produksi secara lebih dekat, sehingga pemetaan kebutuhan kompetensi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pekerjaan yang sebenarnya di lapangan.
Bagi UPT BLK Singosari, kegiatan TNA tidak hanya menjadi sarana untuk menghimpun data kebutuhan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan dunia usaha. Informasi yang diperoleh dari perusahaan diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan program pelatihan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Melalui kegiatan tersebut, UPT BLK Singosari terus mendorong penguatan keterkaitan antara lembaga pelatihan dan dunia usaha, sehingga program pelatihan vokasi yang dikembangkan dapat semakin relevan dengan kebutuhan pekerjaan serta perkembangan kompetensi di dunia kerja.